Jumat, 06 Mei 2011

Kecerdasan


Kecerdasan

Apakah kecerdasan itu
Pengertian kecerdasan
  1. C.P.Chaplin (1975) mengartikan intelligensi itu sebagai kemampuan menghadapi  dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif
  2. Anita E. Woolfolk (1995) mengemukakan  bahwa menurut teori-teori lama, inteligensi  itu meliputi tiga pengertian, yaitu  (1) kemampuan untuk belajar. (2) Keseluruhan  pengetahuan yang  diperoleh; dan (3) kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Selanjutnya Woolfolk mengemukakan  inteligensi itu  merupakan  satu atau beberapa kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan  dalam rangka memecahkan masalh dan beradaptasi dengan lingkungan
  3. Binet ( dalam Sumardi Suryabarat,1984) menyatakan  bahwa sifat hakikat  inteligensi itu ada tiga macam, yaitu (a) kecerdasan untuk menetapkan dan mempertahankan ( memperjuangkan) tujuan tertentu. Semakin cerdas seseorang,akan semakin cakaplah dia  membuat tujuannya sendiri, mempunyai inisiatif sendiri  tidak menunggu perintah saja;(b) kemampuan untuk mengadakan  penyesuaian  dalam rangka mencapai tujuan tersebut;(c) kemampuan untuk melakukan autokritik, kemampuan untuk belajar dari kesalahan yang dibuatnya

Para psikolog  tidak mencapai kesepakatan tentang "apa itu kecerdasan", tapi ada beberapa komponen penting yang oleh banyak ahli menafisrkan " kecerdasan" dapat berupa ;
1.)      Kecerdasan untuk beradaptasi (Adaptive ). Adaptive meliputi  kemampuan merobah dan menyesuiakan prilaku untuk menyelesaikan tugas-tugas baru
2.)      Kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan belajar .Orang cerdas belajr  lebih cepat dan lebih mudah dari orang yang kurang cerdas
3.)      Kecerdasan  untuk menggunakan  pengetahuan sebelumnya untuk menganalisis  dan memahami  situasi-situasi  baru secara efektif
4.)      Kecerdasan untuk berinteraski dan berkoordinsasikan secara kompleks beberapa proses mental yang berbeda
5.)      Kecerdasan terlihat  dalam beberapa arena, contohnya, poda tugas-tugas akademik atau dalam beberapa situasi social
6.)      Kecerdasan merupakan  culture-specific ( budaya khas ). Dalam suatu budaya bisa jadi sutau tingkah laku tidak dianggap cerdas, namun pad budaya lain dikatakan cerdas (  Laboratory  of human cognition,1982; Neisser dll.,1996;Stenberg,1997;  Stenberg&Detterman,1986)

Bagi sebagian besar  teoritis kecerdasan adalah sesuatu yang berbeda  dari apa yang telah dipelajari oleh oleh eseorang.( sebagaimana tercermin pada prestasi di sekolah ). Pada waktu bersamaan prilaku dan pikiran yang cerdas  sungguh tergantung pada kondisi sebelum  belajar . Sebagian besar siswa  tahu mengenai lingkungan  dan tentang  tugas-tuga yang harus mereke kerjakan. Dan yang lainnya dapat berprikau dengan cerdas. Kecerdasan  tidaklah  karakter yang menetap[1]. Sebagai mana hal itu terlihat pada tes-tes IQ, orang –orang yang sudah terbuasa melakukan test IQ secara berulang kali tentu akan mendapat nilai tes yang lebih tinggi dari mereka yang belum pernah sama sekali


Defenisi baru tentang kecerdasan
Inteligen Quotient ( IQ ), yang telah diperkenalkan oleh William Stern sekitar hampir seratus tahun yang lalu, telah banyak menyita perhatian. Bangunan-bangunan utama kecerdasan diatur dalam skor-skor tertentu. Takaran IQ telah menjadi momok bagi siswa tertentu ketika ia harus memilih menjadi apa dia kelak. Bahkan takaran IQ telah menghilangkan kesempatan berkembang bagi mereka yang memiliki IQ rendah, tetapi denga kecerdasan lain yang  dominan.

Inteligence Quotien (IQ) hanya menyumbang sekitar 5-10% bagi kesuksesan hidup, siksanya adalah kombinasi beragam factor yang salah satunya adalah kecerdasan emosi (EQ). Intelligence Quotient  ( IQ) ,menurut Paul Stoltz, hanya bagian kecil dari pohon kesuksesan dalam semua hal. Stoltz dalam bukunya Adversity Quetient  ( Gramedia, 2000) menyebut kinerja, bakat dan kemauan, karakter, kesehatan, kecerdasan, faktor genetis,  pendidikaa, dan keyakinan sebagi kunci-kunci kesuksesan manusia [2]
Hampir semua orang  memiliki kapasitas otak untuk menjadi pembelajar yang efesien . kita sudah punya  seratus miliar sel  otak -jika masih ingin lebih banyak lagi itu namanya serakah! namun bagaimana sebenarnya  kita menggunakan otak untuk belajar? mengapa sebagian besar  dari kita  hanya menggunakan sepersekian dari potensinya? dan apa itu kecerdasan ?
Karya Dr. Howard Gardner, Profesor Pendidikan di Universitas  Harvard menunjukkan  fakta bahwa  kita tidak hanya memiliki “satu” kecerdasan setidaknya  tujuh, mungkin delapan. mungkin lebih banyak lagi. setiap kecerdasan sama pentingnya  dalam mencapai potensi kita sepenuhnya[3].
Cara baru memandang  kemampuan manusia ini  telah menyebabkan  Dr Howard Gardner  mengajukan defenisi baru tentang “kecerdasan “. Menurut dia, kecerdasan adalah “kemampuan menciptakan  produk bermanfaat dan menyelesaikan masalah sehari-hari”.Sebelumnya kecerdasan didefenisikan secara lebih sempit. kecerdasan diukur  dengna tes IQ yang berkonsentrasi ke  kecerdasan linguistik  dan matematis/logis. Jadi tes ini cukup  baik dalam meramalkan prestasi sekolah karena mata pelajaran di sekolah sebagian besar diajarkan melalui kecerdasan linguistik dan matematika/ logis[4]
Keberhasilan di sekolah memang salah satu cara untuk  menunjukkan kecerdasan. namun, didunia nyata, ini sama sekali bukan satu-satunya cara. lagi pula, jika pengajaran atau pelatihan  melibatkan rentang kecerdasan  yang lebih luas, kita membuka kesempatan  lebih luas lagi bagi banyak orang












Pendapat lain tentang kecerdasan
Apakah intelligence atau kecerdasan  merupakan suatu kondisi tetap yang tidak berubah ? apakah setiap orang dilahirkan dengan kecerdasan yang telah ditakdirkan ? apakah  kecerdasan masih dapat ditumbuh-kembangkan ? kalau ya, sampai seberapa jauh kecerdasan itu dapat berubah? Apakah kecerdasan itu dapat diukur? Kalau ya, apakah pengukuran kecerdasan  ini  dapat dilakukan dengan seperangkat pengujian yang dikerjakan atas kertas dalam waktu tertentu? Bagaimana dengan kecerdasan moral ? kecerdasan emosi? Bagaimana pula dengan kecerdasan spritual ?
 Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam buku born to be Genius.


Beberapa kriteria  cerdas
  1. Mampu cepat bertindak
  2. Dapat mengatasi berbagai persoalan
  3. Menjadi tempat bertanya atau konsultasi
  4. Mampu membaca dengan kecepatan tinggi
  5. Lulus dengan nilai yang tinggi
  6. Mampu berbicara dalam beberapa bahasa
  7. Sekolah jurusan teknik
  8. Pintar cari uang
  9. Begitu lulus langsung dapat kerja
  10. Sukses dalam karier, misalnya menjadi manajer
  11. Mampu mengoperasikan komputer
  12. Sekolah sampai S3
  13. Saat sekolah nilai ujiannya selalu dapat nilai 100
  14. Menjadi juara kelas
  15. Pintar melihat peluang
  16. IQ di atas rata-rata
  17. Dapat menghitung dengan cepat
  18. Rajin dan ulet
  19. Dapat menciptakan peluang
  20. Bisa masuk ke perguruan tinggi favourite
  21. Sering dapat beasiswa
  22. Pintar bicara dan meyakinkan orang lain
  23. Pintar memimpin orang lain
  24. Dapat mengerjakan bebrapa pekerjaan sekaligus
  25. Mampu menyelesaikan masalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar